yang Mahasiswa, yang Mencontek


"Tukang nyontek itu maling!," tegas Drs. mohd. Hussein Nawawi, M.Si selaku dosen pembimbing acara Gebrak Fikom saat ditanya mengenai kecurangan akademik yang kerap dilakukan mahasiswa. Gebrak Fikom (Gerakan Berantas Kecurangan Akademik Fakultas Ilmu Komunikasi) adalah suatu rangkaian acara yang dibuat oleh mahasiswa Manajemen Komunikasi 2008 Fikom Unpad pada 25-27 Maret 2010 dengan tema "Basmi Malaplatek (manipulasi paraf, plagiarisme, dan tindak mencontek!)".

Menurut Hussein Nawawi, tindakan kecurangan ini telah menjadi kebiasaan mahasiswa. "Padahal dengan kejujuran, kita memiliki kebanggan dan harga diri yang lebih dibandingkan mengerjakan tugas dengan curang,"tambahnya. Lanjut beliau, belum ada peraturan khusus dan tegas di kampus mengenai kecurangan akademik. Padahal, hal itu sangat penting untuk meminimalisir hingga menghilangkan "kebiasaan buruk" mahasiswa tersebut. Sadar atau tidak, sebagai mahasiswa kita kerap melakukan kecurangan akademik yang seringkali dianggap lumrah. Menitip absen, misalnya, yang kita anggap biasa ternyata termasuk dalam kecurangan akademik yang tentu saja bukan hal yang baik untuk diteruskan. Berdasarkan riset yang dilakukan tim panitia Gebrak Fikom, ditemukan sejumlah fakta bahwa sebanyak 57 dari 100 mahasiswa mencontek dalam UAS, dua dari sepuluh mahasiswa yang mencontek berhasil luput dari perhatian dosen dan pengawas ujian, dan 57 dari 100 mahasiswa memalsukan kehadirannya saat perkuliahan.

3 hari rangkaian acara Gebrak Fikom diisi dengan berbagai kegiatan, seperti Deklarasi Anti Malaplatek, Seminar, Teater, hingga pertunjukan musik. "Acara akan membosankan dan datar jika hanya diisi dengan seminar, maka dari itu kami juga menyuguhkan pertunjukan seni," ujar Rendy, Ketua Panita Gebrak Fikom. Saat ditanya "kebersihan" panitia dari kecurangan akademik Rendy menjawab,"Kami tidak munafik kalau diantara kami masih ada seperti itu. Tapi disini kami punya tujuan bahwa hal itu harus diubah."

KEYKO RANTI RAMADHANI
210110080234

posted under | 3 Comments

Suri Cruise vs Shiloh Jolie-Pitt

orang tua sama - sama bintang besar di Hollywood, kekayaan tentu sudah tidak diragukan lagi. Ketenaran orang tua dua bocah lucu ini seperti menular ke anak - anak mereka.
Tom Cruise - Katie Holmes dengan anaknya Suri Cruise, dan Brad Pitt - Angelina Jolie dengan Shiloh Jolie - Pitt.

dua bocah ini juga tidak kalah tenar dengan kedua orang tua mereka
banyak paparazzi yang selalu mengikuti kehidupan dua balita tersebut, khususnya untuk mengamati gaya hidup mereka bersama orang tuanya
dua bocah ini serasa tinggal di dunia yang berbeda. Shiloh, yang tinggal dengan 5 saudaranya, tumbuh dengan sifat saling berbagi dan gentle. Sedangkan Suri, anak tunggal Tom dan Katie, hidup dengan kemewahan serta desainer untuk setiap pakaian yang dikenakannya.
seperti yang selalu kita lihat di media massa, 2 bocah lucu ini selalu terlihat tampil menawan setiap kamera paparazzi merekam mereka. Suri dengan gaya princessnya dengan dress melambai karya desainer terkenal, dan Shiloh dengan gaya tomboinya. Hal tersebut terlihat dari setiap penampilan Suri yang tidak pernah lepas dengan pakaian model dressnya, dan Shiloh yang hampir selalu terlihat mengenakan setelan celana dan kaos.









































source :
http://www.babble.com/CS/blogs/famecrawler/archive/2009/03/12/suri-cruise-and-shiloh-jolie-pitt-together-watch-out-world.aspx
http://chicstories.com/celebrities-style/suri-cruise-vs-shiloh-jolie-pitt/

foto :
http://whatzups.com/account/content/suriVSshi-tombodlm.jpg
http://s4us4nayya.files.wordpress.com/2008/11/suri-cruise-adorable.jpg
http://www.sawf.org/Newsphotos/Hollywood/Shiloh_Nouvel_Jolie-Pitt_Tokyo_Nov_2009.jpg


-Hernila Dyah K / 210110080263-

posted under | 9 Comments

Belanja Simpel via Online Shop

Online shop mulai ramai di masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa. Sistem pembelanjaan melalui media internet merubah gaya hidup mereka dalam berbelanja. Keranjingan terhadap online shop tidak hanya terjadi pada mereka para customer saja, tetapi juga mereka para owner.
Melihat betapa mudah dan praktisnya berbisnis melalui online shop, membuat minat banyak orang untuk mulai berbisnis di bidang ini.
Namira Syafriani, salah satu dari owner online shop yang merupakan mahasiswa di salah satu universitas negeri di Bandung ini menegaskan alasannya terjun di dunia online shop. “Gue mulai menekuni dunia online shop sejak April 2009. Lumayanlah pendapatan selama ini, keuntungan bisa mencapai 1juta perbulan. Lumayan juga buat tambahan biaya kuliah atau sehari – hari”.
Gadis yang sehari – hari disapa Mio ini mengambil segmen mahasiswa sebagai customernya, “Karena itu gue gak ngambil harga mahal – mahal. Karena gue tahulah gimana dompet mahasiswa itu sendiri”.
Lidya Pricillia, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung mulai membuka online shop sejak Mei 2009. Pengelolaannya dia lakukan sendirian tanpa berkoalisi dengan siapapun. Online shop miliknya yang lebih menjual aksesoris ini didukung oleh orang tuanya. "Lumayan juga pendapatannya, customernya bisa dari luar pulau gitu," ujarnya.


Yudha Rukmana, mahasiswa Admisnistrasi Negara salah satu universitas tertinggi di Bandung, telah menjadi customer online shop selama hampir setahun. Kenyamanan selama menjadi customer banyak dirasakannya. Harga dan kualitas yang hampir sama dengan yang ada di tokolah yang membuatnya lebih memilih belanja via online shop daripada datang langsung ke tokonya.
“Aku kadang malas untuk pergi ke tokonya langsung. Jadi itulah kenapa aku lebih milih online shop. Aku gak perlu capek – capek datang ke tokonya, tinggal buka saja di internet”.

-Hernila Dyah K / 210110080263-

posted under | 4 Comments

Journalism of the Future

Selama ini manusia mulai semakin kreatif dalam mengembangkan teknologi yang ada. Tujuannya tentu tidak lain untuk memudahkan pekerjaan manusia. Dari waktu ke waktu teknologi yang ada menjadi semakin canggih, dan yang paling menonjol tentunya adalah teknologi yang bergerak di media elektronik.
Dulu mungkin gambar di televisi hanya berwarna hitam putih, tetapi dengan semakin majunya teknologi, gambar di televisi sudah mulai berwarna sehingga membantu masyarakat untuk menikmati lebih jauh apa yang disediakan televisi. Selain itu, contoh lainnya, dulu belum adanya internet, masyarakat membutuhkan waktu yang banyak dalam mencari informasi. Sekarang, dengan semakin majunya teknologi, maka ditemukannya internet, sehingga masyarakat menjadi lebih mudah dalam mencari informasi, misalnya, tinggal melalui layanan google.
Perkembangan teknologi yang berpengaruh juga terhadap perkembangan media massa yang ada. Di sini kami membayangkan 10 tahun ke depan, media cetak di seluruh dunia sudah tidak lagi diterbitkan. di samping untuk menghemat bahan baku media cetak yaitu kertas, media cetak kalah pamor dengan media elektronik. Besarnya kebutuhan akan informasi dan tingginya tingkat persaingan, membuat para pelaku media, khususnya media elektronik, terdorong untuk lebih kreatif dan memanfaatkan teknologi yang semakin maju dari waktu ke waktu. khususnya pengembangan dan penyaluran infromasi melalui media online.

10 tahun mendatang, dalam bayangan kami, kegiatan ber-online-ria sudah menjadi kebutuhan manusia. Personal tablet, seperti iPad , pun menjadi barang "wajib punya" dan lumrah dibawa kemana - mana [sudah tidak terlihat asing lagi].



Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, tersedia jaringan internet gratis yang meliputi seluruh kota di Indonesia. untuk kebutuhan kecepatan internet yang lebih cepat, masyarakat akan dikenai biaya.
Untuk mengimbangi perkembangan teknologi yang semakin cepat, para jurnalis pun dituntut untuk bertindak lebih cepat dan berani dalam mencari berita. hal tersebut dibutuhkan untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat akan informasi yang selalu berubah atau bertambah dengan cepat. Dengan turunnya pamor media cetak, koran konvensiaonal pun beralih ke koran elektronik.
Penggunaan personal tablet mempermudah masyarakat untuk men-download bentuk elektronik dari koran konvensional sewaktu - waktu. kontenpun tidak hanya berupa tulisan dan gambar, tetapi juga video.
Citizen Journalism vs Professional Journalism
Selain itu, dalam kegiatan jurnalistik ke depannya, masyarakat juga dapat turut andil dalam penyebaran informasi. Seperti para blogger atau para citizen journalism.
Tidak tertutup kemungkinan ke depannya, masyarakatlah yang akan menyediakan informasi yang akan disiarkan melalui media massa. Misalnya, di suatu tempat ada kejadian helikopter jatuh, maka masyarakat di kota itulah yang akan menyiarkan secara langsung kejadian tersebut ke media massa. Kecepatan jaringan internet pada masa itu akan lebih membantu kegiatan citizen journalism tersebut. Karena itulah, pada masa mendatang, tingkat aktualitas berita akan semakin besar, dengan semakin banyaknya pelaku citizen journalism yang membantu para professional journalism dalam mendapatkan berita yang kemungkinan terlewat oleh mereka. Selain itu, para citizen journalism akan membantu para professional journalism dalam mengembangkan dan menyelami informasi yang diperoleh dari masyarakat.
Interaksi antara citizen journalism dengan professional journalism tersebut memang tidak selalu dapat begitu saja dilakukan. Seperti yang kita tahu, kebanyakan citizen journalism tidak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan bidang jurnalistik seperti yang didapatkan professional journalism. Oleh karena itu, para professional journalism tidak bisa begitu saja menerima secara mentah – mentah data yang didapatkan para citizen journalism. Para professional journalism harus memilah mana informasi atau berita yang sesuai dengan kaidah – kaidah dankode etik jurnalistik.
Tren adanya citizen journalism tersebut bukan untuk menggantikan peran professional journalism. Citizen journalism dalam menyampaikan informasi atau berita memang bisa dibilang aktual, tetapi belum tentu beritanya objektif, dan benar adanya. Sedangkan professional journalism dituntut untuk bisa menghasilkan berita yang aktual, dilihat secara objektif, dan benar adanya. Oleh karena itu, dengan adanya interaksi atau kerjasama antara keduanya, akan membantu jalannya kegiatan jurnalistik, dengan saling melengkapi.
Situs Jejaring Sosial dalam Persaingan Persebaran Informasi
Dalam perkembangannya, situs jejaring sosial memiliki peranan yang sangat besar dalam penyebaran informasi. Masyarakat memiliki kebebasan penuh untuk mengisi “dunia kecil” yang mereka miliki dan mereka secara sadar atau tidak, menarik perhatian lainnya untuk memasuki “dunia kecil” yang mereka buat. Sebagai “raja” mereka mengisinya dengan berbagai hal yang mereka sukai dan menarik serta menampilkan image yang ingin mereka bangun pada “dunia kecil” itu. misalnya, seseorang yang menyukai sastra cenderung akan meng-update entah status facebook atau twitter dengan tulisan berbau sastra. Jika ia seorang blogger, blog nya cenderung akan dipenuhi berbagai tulisan sastra atau review buku sastra favoritnya.

Kebebasan yang luas itu mendorong para pengguna situs jejaring sosial untuk merambah hal lain dalam penggunaan media sosial tersebut. Masyarakt memliki kepuasan sendiri jika mereka dapat menginformasikan sesuatu yang penting dalam media sosia miliknya. Misalnya pengalaman yang menarik atau mereka menjadi saksi mata atas suatu peristiwa. Kegiatan penyebaran berita itulah yang secara sadar atau tidak telah menjadikan mereka sebagai pelaku citizen journalism. Aspek aktualitas yang besar pada media sosial membuat banyak orang lebih suka memantau perkembangan suatu berita via facebook dan twitter daripada hanya membaca media cetak. Juga, aktualitas yang tinggi itu membuat masyarakat dapat dengan cepat mendapat informasi tentang hal yang sama sekali baru dan belum ada di media massa manapun. Tak hanya pelaku citizen journalism, para jurnalis pun mendapatkan manfaat yang besar atas fenomena jejaring sosial. Dalam pekerjaannya, situs jejaring sosial tidak hanya efektif bagi para jurnalis dalam menyiarkan berita, namun informasi yang ada dapat menjadi sumber yang bagus dalam pencarian berita.

Twitter. Situs microblogging ini menjadi sumber yang sangat berguna bagi para jurnalis untuk mengetahui peristiwa atau topik apa yang sedang hangat dibicarakan masyarakat. untuk selanjutnya topik tersebut akan dikembangkan lebih jauh oleh para jurnalis. Berbagai pengalaman yang di share di twitter dapat menjadi sumber yang bagus bagi para jurnalis untuk dikembangkan menjadi berita yang memang dibutuhkan masyarakat.

Bagi para jurnalis media sosial Twitter memiliki 2 fungsi , yaitu : Spotting trends, yaitu jurnalis dapat mengenali topik apa yang paling hangat dibicarakan di Twitter, baik dalam skala nasional maupun internasional. Jurnalis juga dapat mengetahui berbagai tanggapan dan komentar para pengguna Twitter lainnya atas topik tersebut. Filtering trends, yaitu jurnalis dapat melakukan penyaringan atas berbagai topik yang dibicarakan di Twitter. Jurnalis juga dapat menilai sisi news value topik tersebut. Apakah cukup penting dan menarik untuk dicari tahu lebih jauh atau tidak.

Facebook. Jejaring sosial ini telah menjadi yellow pages terlengkap yang pernah ada karena selain berisi identitas pengguna juga berisi foto, video, dan berbagai informasi yang dapat memudahkan para jurnalis dalam memperoleh atau menghubungi narasumber mereka. Facebook di sini berperan sebagai Reporting tool, yaitu Facebook sebagai alat untuk menyiarkan informasi dan berita. Excellent resource for finding sources, yaitu dengan sifat Facebook yang dapat menyediakan informasi tentang individu maupun kelompok secara lengkap, maka Facebook menjadi sumber yang dapat diandalkan.

posted under | 0 Comments

Nanotechnology on Your Eyes and Hand

Keyko Ranti R [210110080234]
Hernila Dyah K [210110080263]



Dewasa ini Fraunhofer Institute for Photonic Microsystem (IPMS) mengumumkan sebuah penemuan terbarunya. Sebuah inovasi kacamata yang dapat menampilkan data interaktif dengan sensor retina. Sebuah micro chip yang dipasang di kacamata yang dapat memproyeksikan data yang berasal dari PDA. Teknologi ini disebut Head Mounted Displays (HMD).

HMD dapat membantu paramedis saat operasi, montir, teknisi sehingga tidak perlu mengalihkan pandangan ke komputer atau PDA.

Dr. Michael Scholles, manajer unit usaha di Fraunhofer Institute for Photonic Microsystem (IPMS) mengatakan, “Kami ingin membuat kacamata bidirectional dan interaktif sehingga bidang baru aplikasi dapat dibuka”. Pengguna dapat mengatur content dengan hanya menggunakan gerakan - gerakan mata. Para ilmuwan menggunakan Organic Light-Emitting Diodes (OLED) untuk menghasilkan cahaya pada tampilan micro di layar.




Perkembangan teknologi Nano (Nanotechnology) memang luar biasa. Teknologi ini menyentuh segala bidang kehidupan yang bertujuan untuk mempermudah peran kehidupan dengan media teknologi yang maju. Hal tersebut juga terjadi dalam perkembangan HP (Handphone). NOKIA sebagai salah satu brand teknologi komunikasi yang selalu berinovasi melalui perangkat gengamnya memiliki konsep alat susun nan canggih hasil riset dari Nokia Research Center and researchers.

Morph,sebutannya. Penemuan ponsel masa depan ini merupakan hasil pengembangan Nokia dan Universitas Cambridge.Ponsel ini bisa dilenturkan, di tarik di gulung secara fleksibel. Sehingga pengguna mentransformasi perangkat mobile mereka menjadi bentuk berbeda secara radikal. Perangkat mobile ini mendemonstrasikan fungsi tujuan akhir sehingga teknologi nano mampu menyajikan berbagai hal. Perangkat ini dapat digunakan sebagai Jam tangan, Perangkat ini juga dapat digunakan sebagai Telephone Genggam dan perangkat ini bias digunakan sebagai Media Player.

Tidak hanya itu teknologi ini juga dapat membersihkan dan memelihara dirinya sendiri karena kecanggihan itulah dapat dikatakan sebagai perangkat yang bersih dan rapi.Ponsel ini hanya perlu dibiarkan di bawah sinar matahari. Maka Otomatis, Ponsel ini kan Mencharger dengan sendirinya.

Melihat dua produk tersebut, kami berandai - andai 10 tahun ke depan, kami bisa mendapatkan produk perpaduan dari kedua piranti tersebut. Perkembangan nano teknologi yang semakin maju akan membuat HMD yang lebih ringkas dengan mengubahnya menjadi softlens yang simpel. softlens tersebut nantinya akan terhubung secara wireless dengan piranti handphone. alih-alih berbentuk kacamata, softlens disini dapat menyajikan bentuk visual data interaktif yang dapat di gerakkan hanya dengan pandangan mata. dibuat dengan nano teknologi yang berbahan ringan dan user-friendly, softlens ini menjadi salah satu teknologi yang simpel dan inovatif.

Saat digunakan untuk menelpon, terhubung dengan piranti handphone, softlens akan memvisualisasikan individu yang melakukan panggilan telepon dengan pengguna. maka panggilan jarak jauh akan semakin terasa dekat karena individu tersebut akan langsung terlihat di depan mata kita secara 3 dimensi. softlens juga dilengkapi perangkat GPS (Global Positioning System) dimana pengguna dapat mengetahui keberadaannya dan orang-orang yang mereka kenal secara akurat. GPS dalam softlens ini dapat menyajikan data akurat peta seluruh daerah di bumi dengan mengunduhnya di handphone yang lalu disambungkan secara wireless ke softlens.

menawarkan piranti yang handy dan all-in-one. Handphone memiliki kapasitas yang besar untuk menyimpan seluruh data yang kita inginkan, sehingga berfungsi sama dengan laptop. bentuk handphone yang sangat dinamis, dapat dilipat, diperbesar, hingga dibengkokkan menjadi gelang, pengguna mendapatkan suatu alat yang bisa apa saja namun praktis. ketika handphone tersebut diperbesar, maka pengguna dapat menggunakannya sebagaimana menggunakan laptop. mulai dari mengetik, presentasi, browsing, e-mail, membaca buku, hingga mengedit foto dan video. segala kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan membuat kedua piranti yang saling berhubungan ini dapat digunakan hingga taraf profesional.

sumber :
http://jok312.wordpress.com/2009/06/04/kacamata-canggih-dapat-menampilkan-data-interaktif/
http://ramadanue.blogspot.com/2009/06/nokia-morph-concept-hp-teknologi.html

posted under | 0 Comments

MAG+, Majalah Ramah Lingkungan

HERNILA DYAH K
210110080263

BERG adalah sebuah perusahaan konsultasi desain, penelitian dan pengembangan teknologi dan strategi, terutama dengan mencari peluang dalam jaringan. BERG bekerja sama dengan Bonnier R & D menjelajahi masa depan majalah digital. Majalah merupakan sekumpulan artikel yang biasa dicetak di atas kertas. Berisi artikel – artikel yang dengan membacanya dapat membuat Anda lupa waktu karena saking seru dan mendalam isinya. Di dalamnya juga terdapat foto - foto dengan tampilan dan warna yang menggoda mata. Intinya, majalah dibentuk untuk menghibur pembaca.

Di Mag+ ini, ditampilkan model majalah baru, yang bukan ditulis dan diterbitkan di atas kertas, melainkan sebuah piranti. Artikel dijalankan dengan scroll baik keatas, kebawah, kekanan maupun kekiri, bukan dengan halaman demi halaman seperti majalah pada umumnya. Layar yang disajikan di Mag+ adalah layar sentuh atau touch screen.


Untuk membalik halaman demi halaman majalah di Mag+, Anda bisa menekan gambar di sebelah kiri layar, kemudian tekan teks di sebelah kanan untuk menyelami lebih jauh artikel yang Anda inginkan.


Perusahaan Desain Kicker Studi di San Fransisco akan membuat prototype fisik Mag+ dalam beberapa bulan mendatang, dimulai akhir tahun 2009 lalu. Bonnier memimpin penelitian dan pengembangan proyek ini. Di blog BERG, dikatakan bahwa akar dari penelitian ini adalah untuk bertujuan melestarikan citra standar majalah dalam bentuk digital, bukan duplikasi PDF atau blog atau membaca pengalaman.
"Konsep ini bertujuan untuk menangkap esensi membaca majalah, yang orang telah menikmati selama puluhan tahun," tulis Björn Jeffery di blog. "Konsepnya menggunakan kekuatan media digital untuk menciptakan sebuah pengalaman yang kaya dan bermakna, sambil tetap mempertahankan fitur santai dan tradisional bentuk majalah yang dicetak." Bonnier tidak tersedia untuk komentar lebih lanjut.
Kedua studio desain yang berfokus pada bagaimana dan mengapa orang membaca majalah. "Kami berfokus pada menciptakan pengalaman membaca santai seperti dengan majalah fisik yang tidak merasa seperti web atau aplikasi," kata Matt Jones, direktur desain di Berg. "Kami juga mempertimbangkan proses produksi dan proses editorial dan melihat bagaimana kami dapat mengkonversi aset ke dalam bentuk digital."



Apabila dianalisis sesuai dengan ajaran Evertt M. Rogers yaitu interactivity, demassified, dan asynchronous, ada beberapa hal yang dapat kita lihat. Di dalam interactivitiy terdapat tiga jenis yaitu human to human, human to systeam, dan systeam to systeam. Yang di maksud dengan human to system di dalam teknologi ini adalah proses di mana pengguna teknologi ini memberikan perintah kepada sistem operasi yang ada di dalam piranti ini. Dari sini dapat diambil contoh saat pembaca meng-klik judul artikel yang diinginkan, maka langsung saat itu juga, system akan membuka artikel yang diinginkan, sesuai judul artikel yang diklik.
Pada system to system, dalam piranti ini dapat dilihat dari bagaimana program yang ada di dalam piranti ini bekerja. dilihat dari demassifiednya, teknologi Mag+ ini mengajak pembaca untuk dengan leluasa memilih – milih majalah apa yang ingin ditampilkan, dan artikel mana yang akan dibaca. Kekuasaan itu semua dipegang oleh para pemilik Mag+, merekalah yang menguasai media massa, bukan media massa yang menguasai mereka, sehingga piranti ini memiliki peluang untuk menjadi piranti yang harus dimiliki. asynchronous, karena pengguna piranti ini tidak selalu membaca halaman yang sama. Semua tergantung dari pengguna mau membaca artikel yang mana.

• Dampak Sosial
Dengan adanya Mag+ ini, dimana konsumen tidak lagi harus keluar rumah untuk membeli majalah setiap minggu atau bulannya, dapat memberi efek negative. Terjadinya kesenjangan social, karena komunikasi interpersonal jadi jarang dilakukan. semisal awalnya ia sering keluar rumah untuk beli majalah, di jalan dia sering bertemu orang, maka terjadilah komunikasi diantara mereka, khususnya konsumen dan penjual. tapi setelah adanya Mag+ ini, pengguna tidak perlu lagi setiap minggu atau bulan keluar rumah untuk membeli majalah, karena dapat langsung dilihat di piranti Mag+. Selain itu, dampak yang dapat dirasakan adalah kesenjangan sosial antara pemilik Mag+ dan yang tidak memiliki, karena melihat dari tekhnologinya, tentunya hanya golongan tertentu yang memilikinya. Namun dilihat dari banyaknya keuntungan terhadap lingkungan, dapat diprediksi bahwa piranti ini dapat menjadi piranti yang akan banyak dimiliki di hampir semua kalangan.

• Dampak Ekonomi
Pernah dijelaskan di kuliah sebelumnya, bahwa dengan adanya piranti – piranti media massa yang tidak menggunakan kertas sebagai bahan dasarnya, maka dengan demikian, perusahaan yang masih menggunakan kertas sebagai bahan dasarnya akan bangkrut, karena piranti yang ramah lingkungan tentu akan lebih banyak dipilih oleh mereka yang memang sadar akan lingkungan. Dengan bangkrut atau tutupnya perusahaan cetak tersebut, maka akan semakin banyak pengangguran. Berlanjut di perusahaan yang juga mulai membuka pikiran bahwa kertas sudah tidak menjadi bahan baku yang efektif, maka akan terjadi persaingan usaha di bidang yang sama seperti Mag+ ini. Perusahaan media beramai - ramai berusaha membuat piranti yang lebih canggih dari Mag+ ini.



REFERENSI :
http://berglondon.com/
http://berglondon.com/blog/2009/12/17/magplus/
http://creativity-online.com/news/bonnier-and-berg-reimagine-emags-with-mag/141138
http://www.bonnier.com/en/content/digital-magazines-bonnier-mag-prototype
http://www.youtube.com/watch?v=iAZCr6canvw&feature=related

posted under | 2 Comments

Lost No More with MAPTOR

KEYKO RANTI RAMADHANI
210110080234





Apa yang anda bawa saat sedang bebepergian ke tempat yang belum anda kenal? Buku peta yang tebal atau map yang jika dibentangkan lebih lebar dari taplak meja? Jika salah satu atau bahkan kedua opsi tersebut adalah jawaban anda, berarti anda perlu meningkatkan kepekaan terhadap perkembangan zaman. Pernahkah anda mendengar kata GPS? Ya, GPS atau Global Positioning System adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara kontinyu diseluruh dunia bagi banyak orang secara simultan.

Beberapa tahun belakangan ini, karena kebutuhan manusia akan navigasi yang cepat, mudah, dan simpel, GPS makin diminati. Gadget seperti handphone beberapa telah melengkapi diri dengan akses GPS. Namun, layar handphone yang kurang lebar membuatnya kurang nyaman sebagai peta. Oleh karena itu, muncullah terobosan baru dalam gadget yang berfungsi sebagai navigator, MAPTOR (Map + Projector). Seperti namanya, gadget ini memadukan unsur map dan proyektor. Maptor memiliki GPS yang mampu menunjukkan pengguna mengenai lokasi mereka saat itu dalam tampilan peta konvensional sistem GPS. Menariknya, Maptor dapat memproyeksikan peta dan data lokasi dalam tampilan layar besar pada berbagai macam permukaan; dinding, lantai, bahkan telapak tangan. Dengan gadget berukuran kecil dan handy, anda dapat mendapatkan info navigasi dengan lebih nyaman dan dimana saja. Sebagai nilai plusnya, Maptor terbuat dari plastk biodegradable PLA (Polylactic Asam) yang ramah lingkungan.

Cara kerja gadget ini terbilang cukup mudah. Anda cukup mengunduh peta ke dalam gadget ini (bisa melalui bluetooth) dan anda dapat memproyeksikan peta yang juga dengan tepat menemukan lokasi dimana anda saat itu juga.


Dampak
Pada suatu teknologi, pasti akan ditemukan berbagai dampak atas kehadirannya. Dampak yang dapat ditemukan dari Maptor ini ialah memudahkan pengguna dalam navigasi yang cepat, mudah, nyaman dan akurat. Desainnya yang minimalis dan handy membuat Matrop menjadi gadget yang mudah digunakan kapan saja dan dimana saja, tentunya bagi anda yang senang bepergian. Teknologi digital map seperti ini juga dapat membantu mengurangi pemakaian kertas (yang dapat kita temui dalam map, peta, dan sebagainya). Sedangkan kekurangannya adalah gadget ini belum teruji ketahanan baterainya. Serta sedikit banyak dapat mengurangi pendapatan produsen dan penjual peta/map manual.

3 perubahan komunikasi setelah ditemukannya teknologi (Everett Rogers) :
1. Interactivity
Pengguna Maptor termasuk dalam user-to-machine interactivity. Sistem GPS yang memberi informasi navigasi kepada pengguna secara tepat dapat menunjukkan lokasi pengguna saat itu.
2. Demassified
Dilihat dari bentuk dan kegunaannya, Maptor adalah sebuah gadget personal yang memiliki potensi nantinya menjadi salah satu must-have-item di kalangan masyarakat.
3. Asynchronous
Informasi mengenai lokasi pengguna tentu tidak diberikan secara serempak kepada pengguna. Pengguna memiliki kekuasaan terhadap kapan dan informasi navigasi seperti apa yang ingin mereka dapatkan.









Referensi:
http://www.mydigitallife.info/2009/08/26/maptor-integrates-gps-and-projector-capability-into-single-device-for-travelers/id/
http://www.yankodesign.com/2009/08/24/getting-lost-is-not-so-trendy/

posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Beranda

Followers


Recent Comments