Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan

Sambil Kuliah, Sambil Berbisnis


Banyak mahasiswa yang beranggapan bahwa bekerja dan menghasilkan uang adalah sesuatu yang dilakukan ketika sudah lulus kuliah. Padahal pengembangan kreativitas dan bakat yang menghasilkan seharusnya dilakukan selagi masih muda. Menghasilkan dan menggunakan uang hasil keringat sendiri tentu akan menimbulkan kebanggaan tersendiri. “Bagus buat nyalurin hobi, sekalian bantu orang tua,” ujar Sifa (20) mahasiswi kebidanan yang 2 bulan lalu memulai bisnis warung angkringan di Bekasi. Hobi memasak menjadi alasan mengapa Sifa memutuskan untuk membuka usaha di bidang makanan. “Kuliah gue ga padat. Banyak waktu senggang jadi kepikiran buat berbisnis,” tambah Sifa. Sifa pun mengubah garasi rumahnya menjadi sebuah warung makan kecil. Dengan modal awal 1 juta untuk bahan makanan dan perlengkapan warung, Sifa bisa meraup omset hingga 500ribu per bulannya.

Berbisnis sambil kuliah juga dilakoni Stevie (20) mahasiswi Public Relations UI. Tak berbeda jauh dengan Sifa, Stevie memilih berjualan aneka macam kue dan brownies. Lagi-lagi semua berawal dari hobi. “Gue kan emang hobi bikin kue, daripada gue makanin sendiri dan jadi nimbun lemak, mending gue jualin,” ujarnya. Stevie mulai memasarkan kue buatannya sejak awal 2009. Awalnya, dia hanya menawarkan jasa untuk membuat kue untuk temannya, lama kelamaan lewat promosi dari mulut ke mulut, kue dagangannya diminati dan semakin banyak yang memesan.


Ketika ditanya, ”Apakah bisnis ini mengganggu kuliah?” jawaban mereka sama, “Tidak”. Kuliah sambil berbisnis, menurut mereka adalah hal yang bisa dilakukan secara beriringan namun tetap kuliah sebagai prioritas pertama. Bisnis, menurut mereka adalah ajang penyaluran hobi sekaligus mengisi waktu luang. Dukungan orang tua juga menjadi penyemangat mereka untuk terus mengembangkan bisnisnya. “Memang sih, kalo mau usaha pasti suka kebentur sama masalah modal, tapi asal pinter cari peluang pasti ada jalan kok. Sekarang kan banyak program-program buat wirausaha,” ujar Stevie. Yang terpenting adalah mengenali hobi serta bakat yang memungkinkan untuk dijadikan bisnis. Dengan niat dan usaha, jika dimulai dengan sesuatu yang kita sukai maka akan terasa lebih menyenangkan. “Ga usah malu kalau memang niat nyari uang tambahan. Asal halal dan semangat ngejalaninnya, pasti kita bisa, “ tambah Sifa.


KEYKO RANTI RAMADHANI

210110080234

posted under | 6 Comments

Mahasiswa Rantau

Kuliah merupakan langkah lanjut untuk menggapai impian dan masa depan

Hampir semua lulusan SMA atau SLTA melanjutkan ke perguruan tinggi favorit mereka
sementara kita tahu bahwa perguruan tinggi favorit di Indonesia bisa dihitung jumlahnya dan letaknya kebanyakan bukan di kota - kota besar, melainkan di pedesaan yang memiliki lahan yang luas
begitu pula salah satu perguruan tinggi di Bandung yang tepatnya berada di Jatinangor
perguruan tinggi yang termasuk perguruan terbaik di Indonesia tersebut banyak diminati lulusan SMA/SLTA dari luar kota, bahkan luar pulau
jadi mahasiswa di kota orang memang tidak mudah. banyak hal yang harus dipelajari agar para mahasiswa rantau tidak mengalami culture shock
perubahan gaya hidup sebelum dan sesudah mereka tinggal di rantauan ternyata cukup banyak yang berubah
hal tersebut seperti yang diceritakan beberapa mahasiswa perguruan tinggi tersebut yang berasal dari luar kota
"Pola tidur aku berubah sejak aku jadi mahasiswa di sini. Ya mungkin karena jumlah aktivitas yang berbeda dengan waktu kita SMA dulu. Selain itu makan juga jadi sering gak teratur, apa - apa kita sendiri yang nyiapin sih", ujar Icha, salah satu mahasiswa Fakultas Komunikasi di perguruan tinggi tersebut yang berasal dari Cilacap
Senada dengan temannya, Teguh, berasal dari Jogja menambahkan, "Gaya hidup gue berubah drastis! Gue yang biasa dibesarkan dengan gaya hidup teratur ama ortu gue, bangun jam 6, makan 3 kali sehari, gak boleh keluar malem, jam 9 harus tidur, dan baju dicuciin. Sekarang setelah jadi perantau, gua makan 2x sehari juga untung - untungan, sarapan pagi cuma pakai roti. Hampir tiap hari begadang jadi aja bangunnya siang. Nyuci baju juga sendiri, yah kadang - kadang aja laundry"
lain halnya dengan Nadia, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung asal Ponorogo, mengungkapkan bahwa tidak banyak yang berubah dari gaya hidupnya selama menjadi perantau, "dari dulu sampai sekarang aku masih suka hang out, belanja - belanja baju juga, paling yang berubah cuma pola makannya aja. dulu disiapin, sekarang semuanya sendiri. Kadang suka bingung kalau duit habis buat beli makanan - makanan mahal, jadi suka puasa"
Hal senada yang dapat disimpulkan dari pernyataan kedua narasumber itu adalah, "Untuk meraih mimpi dan masa depan yang baik, hidup itu butuh perjuangan, walau kesusahan di tempat rantauan, sabar adalah kuncinya" ;))

-Hernila Dyah Kusumastuti / 210110080263

posted under | 11 Comments
Postingan Lama Beranda

Followers


Recent Comments